IPPF-Practice Guide: Assessing Organizational Governance in The Public Sector

Pada bulan Oktober 2014, IIA (The Institute of Internal Auditors) menerbitkan sebuah pedoman yang dirancang untuk membantu pimpinan instansi (Board), komite audit, dan auditor internal menilai kualitas tata kelola instansinya. Pada pedoman kerja tersebut diungkapkan bahwa auditor internal dalam mempersiapkan proses penilaian, harus memahami konteks organisasi yang dinilai, kemudian diikuti dengan langkah mengumpulkan dokumen, mereviu proses dan struktur tata kelola, menetapkan kriteria penilaian dan tingkat kematangan, membangun perencanaan audit, dan penugasan audit atau penilaian yang direncanakan.

Langkah awal yang dilakukan oleh auditor internal dalam melakukan penilaian adalah memahami konteks organisasi. Pada tahap ini auditor internal berupaya mengidentifikaskan siapa saja stakeholder organisasi dan memahami kebutuhannya terhadap organisasi serta bagaimana organisasi mendefinisikan tata kelola. Hal ini diperoleh auditor internal dengan diskusi bersama Board dan komite audit.

Berikutnya auditor internal mengumpulkan dokumen-dokumen tata kelola. Beberapa dokumen yang dibutuhkan antara lain peraturan yang terkait dengan tugas dan fungsi organisasi, kebijakan, prosedur, kontrak kerjasama, dan aturan lainnya, serta aturan atau pedoman tata kelola dari instansi lain yang berpengaruh pada organisasi.

Auditor internal mereviu proses dan struktur tata kelola dengan asumsi ‘no one fit for all’ atau tidak semua organisasi harus memiliki struktur dan proses yang sama. Proses dan struktur tata kelola yang ada dikelompokkan pada tingkat Board dan dalam tingkat organisasi, dan mencakup baik kuantitatif (misalnya, metrik kepatuhan) muapun kualitatif (misalnya, tone of the top).

Kemudian, auditor internal membangun kriteria penilaian dan tingkat kematangan tata kelola. Auditor internal bisa menggunakan model yang sudah ada dan biasa digunakan oleh institusi sejenis. Konsep kriteria penilaian dan tingkat maturitas harus didiskusikan dan disetujui oleh Board dan manajemen senior, termasuk komite audit.

Auditor internal harus membangun perencanaan audit terhadap tata kelola secara periodik, biasanya tahunan. Sebaiknya perencanaan audit dilakukan dengan pendekatan berbasis risiko.

Penilaian pada tingkatan Board, akan melakukan reviu pada area Board dan komite Audit, strategi, ERM, etika, kepatuhan, akuntabilitas, pemantauan, dan tata kelola TI. Penilaian pada tingkat aktivitas, dibutuhkan pertimbangan yang matang dari auditor untuk menyusun langkah kerja yang tepat, karena bentuk tata kelola sangat unik dan tidak seragam. Setiap pelaksanaan penilaian atau audit harus melakukan evaluasi terhadap desain proses atau aktivitas, dan pengujian yang cukup untuk menilai efektivitas operasional organisasi. Area yang dinilai pada tingkat proses atau aktivitas meliputi tujuan kegiatan, risiko, struktur, akuntabilitas, kepatuhan, SDM, komunikasi hasil, dan pemantauan.

PG-Assessing Organizational Governance in The Public Sector

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s